Masjid Besar Baiturrahim Wongsorejo merupakan salah satu masjid persinggahan yang cukup berkesan. Sudah dua kali kami singgah di masjid ini. Biasanya setelah ziarah dari Habib Ali bin Umar Bafaqih di Negara, Bali. Dari arah Banyuwangi menuju Situbondo, masjid ini terletak di kiri jalan. Namun sayang, detail lebih lanjut mengenai Masjid Besar Baiturrahim Wongsorejo luput dari rekaman memori saya. Yang masih saya ingat cuma dua hal. Pertama, keramahan warga sekitar dan DKM. Untuk mereka yang ngantuk, disediakan tempat istirahat di lantai dua, lengkap ada bantal dan karpet. Kedua, di Masjid Besar…
Read MoreHari: 8 September 2024
Sebab Kita Adalah Satu
Seperti arah yang terbelahAntara selatan dan utaraKita ada di antaranyaMenenun asaMerajut mimpiBerharap dalam tanyaKapankah ‘kan bersua Andai kau tahuDebur rindu di dadakuTak kenal surutHanya ada gemuruhMeski dalam sepi ia tetap riuhOleh doaDan kata-kata suci Seluruh kenangan kita telah rentaSeperti mentari di akhir hariMeski dalam senja ia ‘kan tetap adaKarena doa untukkuAdalah juga untukmuSebab kita adalah satu Bandung, 27 Juni 2024 Puisi Karya:Cecilia Rahmi Asbhy Puteri – Santri Pondok Putri Tebuireng, Jombang, Jawa Timur – Kelas IX A SMP A Wahid Hasyim
Read MoreSantri Sejak Muda
Kecintaan Al-Maghfurlah Mbah H. Ahmad Kasum terhadap nilai-nilai pendidikan keagamaan dilakoni sendiri oleh beliau. Tercatat setidaknya tiga pondok pesantren yang pernah beliau sambangi untuk menuntut ilmu. “Ayahanda pernah nyantri di tiga pesantren. Yang pertama di Purwakarta, kedua di Ajengan Jenggot, sekarang Pesantren Al Mushlih dekat simpang Bintang Alam, dan ketiga di Ajengan Thoha yang sekarang menjadi Pesantren Atthohariyyah, Sukamakmur, Karawang,” terang Abah Drs. KH Tajudin Ahmad. Kepada putra-putrinya Al Maghfurlah kemudian meminta agar mereka semua menuntut ilmu di pondok pesantren. Ini tak lain merupakan jawaban akan keresahan beliau terhadap minimnya…
Read MorePekerja Keras dan Senang Berbisnis
Banyak hikmah dan pelajaran hidup yang dapat kita petik dari sosok pendiri Yaspiyah, Al-Maghfurlah Mbah H. Ahmad Kasum. Salah satunya adalah apa yang disampaikan oleh Ketua Yaspiyah sekaligus putra kedua Al-Maghfurlah, Abah Drs. KH Tajudin Ahmad. “Ayahanda adalah sosok pekerja keras. Beliau mengerjakan sendiri apa yang bisa beliau kerjakan. Tidak memandang misalnya bagi kita pekerjaan yang kurang layak, contohnya kotor-kotoran turun ke sawah.” Menurut Abah Drs. KH Tajudin Ahmad, Al-Maghfurlah juga seorang wirausahawan yang ulet dan gigih. Di antara bisnis yang digeluti ketika itu adalah jual-beli kendaraan, usaha cetakan batu…
Read MoreTegas dalam Hal Agama dan Pendidikan
Al-Maghfurlah Mbah H. Ahmad Kasum merupakan sosok yang tegas. Terutama dalam hal agama dan pendidikan. Beliau resah dengan kondisi sekitar lingkungannya yang kala itu masih terbilang minim dalam dua hal tersebut. Keresahan ini pula lah yang mendorong beliau mewakafkan sebagian hartanya untuk mendirikan sebuah yayasan pendidikan keislaman. “Beliau memiliki perhatian yang mendalam atas kondisi masyarakat sekitar yang minim dan abai terhadap nilai-nilai Islam dan pendidikan,” terang Ketua Yayasan Al-Fathimiyah, Abah Drs. KH Tajudin Ahmad saat diwawancara seusai acara Haul ke-20 pendiri Yaspiyah Al-Maghfurlah Mbah H. Ahmad Kasum, Kamis 25 Juli…
Read More