Ternyata…

Aku berjalan terlalu jauh untuk mencari-Mu. Lalu seorang pengemis di tepi jalan bertanya, “Mengapa kau mencari alamat yang bahkan tidak pernah hilang?” Aku terdiam. Selama ini aku mengira Tuhan berada di puncak-puncak gunung, di kitab-kitab yang tebal, di doa-doa yang panjang. Padahal, Ia bersembunyi di dalam secangkir kopi yang mulai dingin, di wajah ibuku yang menua, di tubuhku yang perlahan menjadi debu. Aku pernah mengetuk seribu pintu. Pintu ilmu. Pintu cinta. Pintu kemasyhuran. Sampai jari-jariku berdarah. Lalu dari dalam kesunyian terdengar suara: “Anak kecil, sejak kapan rumah mengetuk tamunya?”Sejak itu…

Read More