perempuan_independen
Perempuan independen adalah istilah untuk menyebut sosok perempuan mandiri. Bagaimana Islam mendefinisikan "perempuan independen"?

Beberapa waktu lalu sempat ramai istilah perempuan independen. Ada beragam sudut pandang yang mendefinisikan istilah itu. Lalu, bagaimana Islam memandang hal tersebut?

Secara garis besar, perempuan independen menurut Islam adalah sosok wanita yang memiliki kemandirian secara mental, moral, intelektual dan ekonomi. Atau singkatnya adalah perempuan yang tahu apa yang menjadi prioritasnya dengan segenap sumber daya yang ia miliki.

Misalnya, ia matang secara mental yang tak selalu memperturutkan emosi sehingga sikapnya akan lebih stabil. Dalam hal moral, ia dapat secara sadar memahami konsekuensi-konsekuensi dari pilihan gaya, sikap, dan tutur katanya.

Dari sisi intelektual, ia memiliki kadar intelektualitas yang cukup untuk, misalnya, menuntun dirinya memutuskan hal-hal yang berpengaruh besar dalam hidupnya. Ia memiliki konsep diri yang jelas dan positif, bahwa hidupnya tak bergantung pada persangkaan dan tingkah orang lain.

Perempuan Independen Persepsi Islam

Hadits Nabi Muhammad SAW tidak secara eksplisit mendefinisikan atau membahas istilah “perempuan independen”. Meski demikian, Islam adalah agama dengan ide-ide luhur dan modern. Memberikan dasar yang kuat bagi perempuan untuk mandiri, berkarya, dan berkontribusi dalam masyarakat.

Dapat kita temukan dalam Al Qur’an sosok perempuan terpuji adalah yang memiliki kemandirian, punya hak berpolitik, dan memiliki kemampuan bernalar.

QS Al Qasas ayat 23 menceritakan kisah tentang dua anak perempuan yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup ayahnya yang sudah tua.

وَلَمَّا وَرَدَ مَاۤءَ مَدْيَنَ وَجَدَ عَلَيْهِ اُمَّةً مِّنَ النَّاسِ يَسْقُوْنَ ەۖ وَوَجَدَ مِنْ دُوْنِهِمُ امْرَاَتَيْنِ تَذُوْدٰنِۚ قَالَ مَا خَطْبُكُمَاۗ قَالَتَا لَا نَسْقِيْ حَتّٰى يُصْدِرَ الرِّعَاۤءُ وَاَبُوْنَا شَيْخٌ كَبِيْرٌ

Artinya: “Ketika sampai di sumber air negeri Madyan, dia menjumpai di sana sekumpulan orang yang sedang memberi minum (ternaknya) dan dia menjumpai di belakang mereka ada dua orang perempuan sedang menghalau (ternaknya dari sumber air). Dia (Musa) berkata, “Apa maksudmu (berbuat begitu)?” Kedua (perempuan) itu menjawab, “Kami tidak dapat memberi minum (ternak kami) sebelum para penggembala itu memulangkan (ternaknya), sedangkan ayah kami adalah orang tua yang telah lanjut usia.”

Zaman Nabi

Pada zaman Nabi Muhammad SAW, kemandirian perempuan terlihat dari aktivitas istri Rasulullah SAW, dan Rasulullah tidak melarangnya.

Dalam bidang perniagaan misalnya, Khadijah binti Khuwailid adalah perempuan yang sukses. Demikian juga Qilat Ummi Bani Anmar yang tercatat sebagai seorang perempuan yang pernah datang pada Rasulullah untuk meminta petunjuk jual-beli. Zainab binti Jahsy juga aktif bekerja menyamak kulit binatang dan menyedekahkan hasil usahanya.

Keseimbangan Hak, Kewajiban, dan Peran

Independensi perempuan dalam Islam adalah tentang kesadaran akan hak-hak dan kewajiban sebagai seorang muslimah. Ia juga sadar akan tanggung jawab terhadap Allah, lingkungan dan dirinya.

Dalam Islam, independensi perempuan tidak berarti melawan Tuhan atau melawan laki-laki, melainkan lebih tentang memiliki kesadaran akan diri sendiri dan memiliki kemampuan untuk membuat keputusan sendiri. Sebagai seorang muslimah, harapannya ada kesadaran akan kepentingan agama dan syariat, serta memiliki kesadaran akan tanggung jawab terhadap Allah dan masyarakat. (*)

Diposting Oleh:

penerimaan santri baru