Salah satu kata yang populer saat bulan Ramadan adalah imsak. Setiap hari di bulan Ramadan saat menjelang azan subuh, masjid-masjid di Indonesia ramai dengan kata ini.
Imsak dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki dua arti. Pertama: saat dimulainya tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum. Kedua: berpantang dan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang mem-batalkan puasa mulai terbit fajar sidik sampai datang waktu berbuka.
KBBI memaknai kata imsak sebagai kata keterangan yang menyatakan waktu, dan sebagai kata kerja. Contoh penggunaan dalam kalimat, “Waktu imsak sepuluh menit lagi” (informasi keterangan waktu). Dan, “Imsak, imsak!” (kalimat perintah agar berhenti makan, minum, dan bersiap memulai puasa).
Kata imsak berasal dari bahasa Arab اَمْسَكَ artinya menahan. Dalam morfologi Arab, imsak adalah masdar dari kata اَمْسَكَ melalui pola (wazan) أَمْسَكَ – يُمْسِكُ – إمْسَاكاً.
Kata Imsak dan Kasih Sayang Ulama Indonesia
Dari laman NU Online, Waktu imsak yang sering kita lihat di jadwal-jadwal imsakiyah adalah hasil ijtihad para ulama untuk kehatian-hatian. Dengan adanya waktu imsak yang biasanya sepuluh menit sebelum subuh maka orang yang akan berpuasa akan lebih berhati-hati. Di waktu sepuluh menit itu ia akan segera menghentikan aktivitas sahurnya. Menggosok gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan yang bisa jadi membatalkan puasa. Dan juga mandi serta persiapan lainnya untuk melaksanakan shalat subuh.
Coba bayangkan bila para ulama kita tidak menetapkan waktu imsak. Seorang yang sedang menikmati makan sahurnya, karena tidak tahu jam berapa waktu subuh tiba, dia akan kebingungan saat tiba-tiba terdengar kumandang azan subuh sementara ia siap menelan makanan di mulutnya.
Satu hal yang perlu Anda ketahui bahwa waktu imsak hanya ada di Indonesia. Fenomena masjid-masjid dan musholla-musholla menyuarakan waktu imsak tidak ada di negara manapun sebagaimana lazim kita temukan di beberapa daerah di Indonesia.
Inilah kreatifitas ulama kita, ulama Nusantara. Adanya waktu imsak adalah bagian dari sikap khas para ulama yang “memperhatikan umat dengan perhatian kasih sayang” atau dalam bahasa Arab sering disebut yandhuruunal ummah bi ‘ainir rahmah. Karena sayangnya ulama negeri ini kepada umat mereka menetapkan waktu imsak demi lebih sempurnanya puasa Ramadhan yang dilakukan umat Islam bangsa ini. Wallahu a’lam. (*)
Sebagian sumber: NU Online


