MTs Al-Fathimiyah
Mencetak Generasi Penerus Perjuangan Da’wah Islam
Disampaikan oleh
Drs. H. Tajudin Ahmad
(Abah Tajudin)
Kepala MTs Al-Fathimiyah Karawang

Di tanah yang dikenal sebagai kota pangkal perjuangan, Desa Pinayungan, Kecamatan Telukjambe Timur, jejak da’wah Islam telah mengakar sejak dahulu. Nilai perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian diwariskan dari generasi ke generasi—bukan sekadar cerita sejarah, tetapi amanah yang harus terus dijaga.
Dari semangat itulah MTs Al-Fathimiyah berdiri dan bertahan hingga sekarang. Sebagaimana disampaikan oleh Abah Tajudin, MTs Al-Fathimiyah bukan hanya tempat belajar, melainkan rumah perjuangan untuk mencetak generasi penerus da’wah Islam: generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi kepada umat.
Di MTs Al-Fathimiyah, pendidikan tidak berhenti pada ruang kelas. Ilmu pengetahuan, nilai keislaman, kedisiplinan, dan adab kehidupan dibentuk secara menyeluruh. Para santri dibimbing agar tumbuh menjadi pribadi yang kuat iman, luas wawasan, dan kokoh dalam prinsip.
Lebih dari itu, MTs Al-Fathimiyah membuka pintu selebar-lebarnya bagi anak yatim, piatu, dan yatim piatu dari keluarga tidak mampu. Dengan penuh keikhlasan, lembaga ini memfasilitasi pendidikan dan kebutuhan pondok secara gratis, penuh, tanpa dipungut biaya apa pun—sebagai wujud nyata kepedulian dan tanggung jawab sosial dalam perjuangan da’wah.
Dengan satu syarat utama:
WAJIB MONDOK.
Karena perjuangan tidak bisa ditunda dan pengabdian tidak bisa menunggu.
Sebagaimana pesan Abah Tajudin yang selalu mengingatkan dengan ketegasan penuh cinta:
“Mun teu ayeuna, iraha deui.
Mun teu ku urang, ku saha deui.”
Dari Pinayungan, dari tanah perjuangan, MTs Al-Fathimiyah terus melangkah.
Menjaga amanah masa lalu, mendidik generasi hari ini, dan menyiapkan pejuang da’wah untuk masa depan.
Penulis : Surya***
