jatman-yaspiyah

Mudir ‘Ali Idarah Aliyyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyyah (JATMAN), Prof Dr KH Ali Masykur Musa, SH, M.Si, M.Hum melantik jajaran pengurus Idarah Syu’biyyah JATMAN Kabupaten Karawang masa khidmah 2025-2029. Pelantikan berlangsung di Pondok Pondok Pesantren Al-Fathimiyah, Pinayungan, Telukjambe Timur, Karawang, pada Ahad, 14 September 2025.

Dalam sambutannya, Kiai Ali menegaskan bahwa salah satu tugas utama pengurus JATMAN adalah mendakwahkan dan menyosialisasikan thariqah, baik di kalangan Nahdliyin maupun masyarakat umum.
“Ada dua program JATMAN yang bisa kita lakukan bersama. Pertama, mensosialisasikan thariqah dan JATMAN ke masyarakat luas. Kedua, bekerja sama dengan struktural pemerintah yaitu melakukan dzikir, istighotsah dan manaqib di kantor-kantor pemerintahan dan pendopo,” tegasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Pasulukan Al-Masykuriyah, Condet, Jakarta Timur, itu juga menekankan bahwa para muassis Nahdlatul Ulama (NU) merupakan pengamal thariqah sekaligus menganjurkan warga NU untuk bertarekat.

“Para muassis NU itu juga ber-thariqah, sehingga sudah seharusnya para pengurus dan jamaah NU mengikuti para muassis, yakni berbaiat thariqah juga,” ujarnya. Menurut Kiai Ali, sejarah mencatat penyebaran Islam di Indonesia berkembang pesat setelah didakwahkan para ulama pengamal thariqah.

“Setelah abad ke-13 M, ketika Syaikh Ibrahim Asmaraqandi mengajak putranya yakni Sunan Ampel berdakwah di daerah Ampel Denta, Islam semakin berkembang pesat di tanah Jawa dan Nusantara,” ungkapnya. (*)

Diposting Oleh: